Jimmy Priatman - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Follow our Titles!

SUBSCRIBE

Jimmy Priatman

Jauh sebelum topik ‘Green Building’ mengemuka di Indonesia, Jimmy Priatman telah mengaplikasikannya sejak tiga puluh dua tahun yang lalu



BY Editor

17 September, 2014


Nama Jimmy Priatman identik dengan green building. Terlebih di Surabaya, tempat kela- hirannya, ia juga dikenal sebagai pengajar di Fakultas Arsitektur Universitas Kristen Petra dan salah satu prinsipal PT Archimetrich.

Jimmy menempuh studi arsitektur di Universitas Kristen Petra Surabaya, dan di tahun kedua, Jimmy diterima di jurusan yang sama di Universitas Katholik Parahyangan Bandung dan sempat menjalani prakuliah selama dua bulan. Ia terpaksa berhenti karena kedua orangtuanya berpulang sehingga tanggung jawab sebagai anak tertua menuntutnya kembali ke Surabaya. Ini sekaligus menjadi titik balik kehidupan seorang Jimmy Priatman.

Selepas kembali ke Surabaya, Jimmy menjalani hidup dengan kesibukan tinggi. Pagi hari dihabiskannya bekerja di sebuah konsultan. Siang hari, ia kuliah dan setelahnya ia kembali bekerja hingga larut di perusahaan yang berbeda. Disadari kini, gemblengan semasa kuliah membuatnya makin kaya dengan lebih memahami teori yang diterimanya dalam perkuliahan dan aplikasi riil di lapangan.

Jimmy kemudian fokus berpraktik hingga tahun 1988, bersama ketiga rekannya, salah satunya, Ratna Alifen, yang lalu menjadi istrinya, mendirikan PT Archimetric, konsultan perencana dan pengawas yang tahun ini berusia 25 tahun, sembari mengajar di kampus almamater. Sebagai pengajar, ia mendapat satu kesempatan untuk studi lanjut. Hingga setelah penundaan yang kelima kali, tawaran tersebut akhirnya ia ambil.

Ia kemudian mendalami perancangan bangunan pencakar langit di Departemen Arsitektur di Illinois Institute of Technology, Chicago, Amerika Serikat, tepatnya di gedung Crown Hall, rancangan Mies van de Rohe, tokoh arsitektur modern Amerika. Tesisnya yang berjudul “Energy Efficient Mixed-Use Skyscraper – THE CITYFRONT TOWER – at Chicago” adalah sebuah studi proyek riil yang akan segera dibangun. Sembari menyelesaikan tesis, ia mendalami arsitektur Chicago dan mengambil studi mengenai Manajemen dan Pengembangan Real Estate di MIT, Boston.

“Jujur saja, mata kuliah yang dulu saya paling nggak suka itu sejarah arsitektur,” candanya. Pendapat itu seketika berubah setelah ia mengalami langsung arsitektur di kota cikal bakal arsitektur modern ini dan terpukau karya-karya Louis Sullivan, Mies van de Rohe, SOM, Helmut Jahn, dan Frank Lloyd Wright. “Di Chicago saya merasa kembali ke habitat arsitektur,” ungkap arsitek yang gemar travelling ini.

Jimmy Priatman 3

Kini Jimmy memetik hasil atas perjuangannya. Jimmy Priatman dengan PT Archimetric-nya dikenal karena konsep efisiensi energinya yang visioner, sebut saja Graha Pangeran, Grha Wonokoyo, dan Holy Stadium yang kesemuanya mendapat ASEaN Ener- gy Awards. Ia juga dipercaya sebagai salah satu ahli dalam penyusunan draf panduan hemat energi untuk bangunan gedung di Indonesia oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, kerja sama dengan Pemerintah Denmark.

Teks: Bernadetta Tya Fotografi: Reza Syathir

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Jimmy Priatman selengkapnya dapat disimak dalam Indesign Indonesia Vol. 05 2013. Untuk berlangganan atau membeli back issue dapat mengirimkan email ke indesign.indonesia@mpgmedia.co.id.