Presisi Absolut Hermès di Milan - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Follow our Titles!

SUBSCRIBE

Presisi Absolut Hermès di Milan

Paviliun Hermès di La Pelota, Milan Design Week lalu menampilkan benda-benda yand dibuat dengan presisi absolut di dalam ruang-ruang dengan permainan cahaya dan bayangan yang menakjubkan yang terinspirasi oleh arsitektur karya Luis Barragan.

  • Kabinet scarf Les Curiositiés d'Hermès oleh Studio Hermès. Photo copyright François Lacour

  • Karpet cashmere rug karya Seulgi Lee di Hermes Pavilion di Milan Design Week 2017. Photo copyright François Lacour

  • Meja makan tembaga Aes oleh Barber & Osgerby. Photo copyright François Lacour

  • Pemandangan ke dalam pavilun dari jalan. Desain paviliun oleh Charlotte Macaux Perelman. Photo copyright François Lacour

  • Bangku panjang dan kuris segitiga Karumi (terbuat dari bambu dan serat karbon) karya Alvaro Siza. Photos copyright François Lacour (kiri) dan Maud Remy Lonvis (kanan)

  • Keranjang anyam dari koleksi Lien d'Hermès , didesain oleh Studio Hermès dengan kolaborasi Guillaume Delvigne dan Damian O'Sullivan. Photo copyright Maud Remy Lonvis

  • Kiri: Groom Attelé dari koleksi Lien d'Hermès karya Studio Hermès dengan kolaborasi Guillaume Delvigne dan Damian O'Sullivan. Kanan: Picotin dari koleksi Équipages d'Hermès oleh Studio Hermès. Photos copyright Maud Remy Lonvis

  • Troli saji Diligence dari koleksi Équipages d'Hermès oleh Studio Hermès. Photo copyright Maud Remy Lonvis

  • Meja tulis Attelage dari koleksi Équipages d'Hermès oleh Studio Hermès. Photo copyright Maud Remy Lonvis

  • Hermès on the Wall - instalasi wallpaper gerai Hermes di area Brea di Milan. Photo copyright François Lacour



BY Editor

19 May, 2017


Untuk memahami furnitur dan produk interior dari Hermès (karena barang-barang ini adalah hasil dari proses tidak hanya passionate and kreatif, namun juga yang intelektual), kita perlu memahami sejarah Hermès.

Brand yang berakar di industry equestrian ini (yang dimulai dari produksi sadel dan kekang kulit di tahun 1830) terus terlihat pada desain produk rumahannya, yang didesain dibawah arahan Deputy Artistic Director Charlotte Macaux Perelman dan Alexis Fabry yang bekerja dibawah arahan Artistic Director Pierre-Alexis Dumas.

Kebanyakan produk ini memanfaatkan kulit sebagai elemen penghubung yang mendadani barang-barang layaknya seekor kuda pacu diberi sadel dan tali kekang. Lebih tepatnya, disini kulit dimanfaatkan sebgai alat yang 'menampilkan' produk layaknya ,aterial tersebut mendefiniskan lekuk badan kuda (yang sebelumnya tersamatkan oleh elemen-elemen seremonial). Disini material kulit tampil sebagai pelapis, tali dan penutup yang menghubungkan satu material dengan yang lainnya seperti kayu mapel, anyaman, kristal dan logam. Kulit juga menjadi penghubung antara objek dan pengguna objek.

Collections for the Home 2017-2018 dari Hermès terdari dari beberapa koleksi objek, dan fokus penggunaan material kulit sebagai penyambung sangat terligat di dalam koleksi Lien d’Hermès. Dalam koleksi yang didesain oleh Studio Hermès yang berkolaborasi dengan  Guillaume Delvigne dan Damian O’Sullivan ini, kulit dikaryakan sebagai handle wadah dan keranjang serta sebagai pelapis vas. Dalam koleksi  Équipages d’Hermès dan Object of Art de Vivre (yang didesain oleh Studio Hermès), kulit menjadi element mewah yang melapisi permukaan  serving trolley, occasional table, meja tulis and kotak-kota penyimpanan kecil.

Produk-produkj baru yang dirilis termasuk tiga kursi bambu dengan batalan yang bisa dilepas yang diberi nama Karumi, yang didesain oleh Alvaro Siza dan diproduksi menjadi bentuk-bentuk berlekuk dan rapi oleh para pengrajin Jepang dengan campuran serat karbon. Studio desain  Barber Osgerby juga turut berkontribusi dengan dengan Aes, mejakopi monumental yang terbuat dari tembaga, kain untuk furnitur, wallpaper dan sebuah set perangkat makan yang terbuat dari porselen.

"Highlight dari koleksi kali ini adalah presisi, keseimbangan dan keserasian material-material yang beragam." ujar Alexis Fabry di Hermès pavilion di La Pelota, Milan. Tambah Charlotte Macaux Perelman,"Ada hubungan yang kuat diantara aristektur yang telah kami pilih, objek-objek ini dan penataannya. Kami ingin mencapai keseimbangan diantara ketiganya." Objek-objek dalam koleksi tersebut dipamerkan dengan sekuens non-hierarkikal. "Semuanya sedeserajat, baik itu tekstil, wallpaper, barang rumah tangga, alat makan atau furniture," jelas Fabry.

Macaux Perelman mendesain paviliun pameran dengan bata yang dicat putih, bata merah terang (yang dibuat dengan tangan di Italia), dan balok-balok kayu berukuran besar yang menciptakan bayangan diagonal pada sekuens ruang-ruang terang di bawahnya. " Kami menginginkan ruang yang terang dengan atmosfir Mediterania. Kami ingin menciptakan tarik menarik - semacam getaran - dan menyampaikan impresi cahaya dan impresi seperti bukan di dalam paviliun, tapi sebuah bangunan," jelas Macaux Perelman.

Mulai dari bentuk dan detail tiap benda yang dipamerkan hingga atmosfir paviluinnya, presentasi Hermès menampilkan kepresisian yang absolut. Sesuatu yang tentu saja diharapkan dari Hermès.