Oasis Urban Baru di Shangri-La Singapura - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Follow our Titles!

SUBSCRIBE

Oasis Urban Baru di Shangri-La Singapura

Studio interior asal Jepang Bond Design Studio berkolaborasi dengan para pengrajin and seniman internasional untuk menciptakan oasis urban menakjubkan untuk hotel Shangri-La Singapura.



BY Editor

27 July, 2017


Kesan pertama begitu menggoda, dan hotel Shangri-La Singapura membuktikannya dengan lobi yang baru saja direnovasi. Area Tower Wing hotel ini dibangun tahun 1971 dan terakhir direnovasi tahun 1998. Dan kini, setelah melalui masa renovasi yang memakan waktu delapan bulan lamanya, lobi Tower Wing terlahir kembali sebagai oasis urban indoor yang teduh dan hijau, hasil kerja keras studio interior asal Jepang, Bond Design Studio.

Dipimpin oleh Ryoichi Niwata, Bond Design Studio telah bekerja sama dengan para pengrajin dan seniman internasional untuk menciptakan versi kontemporer dari utopia legendaris dari novel Lost Horizon yang James Hilton yang ditulis tahun 1933, yang merupakan inspirasi nama dari hotel ini.

Area lobi dinaungi oleh installasi skala besar yang menghadirkan atmosfer khas. Instalasi ini dinamai Tree Canopy dan terdiri dari ribuan dau metalik yang didesain oleh Studio Sawada Design, satu lagi desain studio asal Jepang. Studio pimpinan Hirotoshi dan Nami Sawada ini adalah spesialis instalasi arsitektural. Tree Canopy menghadirkan kesan adanya pergerakan melalui susunan komponen-komponennya. Masing-masing komponen ini dipasang secara individual dengan sangat hati-hati.

Terinspirasi dari pergerakan yang ada di salam, karya instalasi ini dimaksudkan untuk menggelittik imaginasi kita. Bak sekumpulan daun rontok yang dipermainkan angin, sekelompok burung yang tengah terbang bermigrasi atau bahkan sekumpulan ikan yang berenang-renang di air - instalasi statis ini terlihat dinamis berkat formasi dan sifat materialnya yang mengkilap.

Lounge area di bawah Tree Canopy terdiri dari furniture mewah yang ditata disekeliling enam pohon beringin dan sebuah infinity pool. Ada pula enam patung anak-anak yang di area sekitar kolam yang dinamai Children Dabbling in the Water karya seniman asal Korea Selatan Yi Hwan Kwon. Yi menciptakan 'anak-anak' yang bermain air ini untuk menghadirkan rasa gembira dan kejenakaan. "Hotel Shangri-La Singapura adalah ibu dari semua hotel Shangri-La," kata Yi, "Lalu saya pun berpikir, bagaimana kalau kita menjadikannya seorang nenek dengan memberinya para cucu ini."

Sembari bercengkrama di tepi kolam dan d bawah naungan pohon-pohon, mata kita akan tertarik ke feature wall yang ada di balik bar. Feature wall ini adalah karya desainer lanskap asal Australia Charlie Albone, yang dibuat dari 350 kilogram batu basal yang diterbangkan dari Australia dan dipasang oleh tukang batu dari Skotlandia.

Albone berkolaborasi dengan tim yang terdiri dari tiga ahli botani dan enam spesialis untuk mengubah dinding batu ini menjadi taman ganteug yang ditanami aneka pakis and lumut tropis, tanaman dalam pot yang digantung pada jala baja, dan tumbuhan artifisial. Dengan tinggi sembilan meter dan lebar enam meter, instalasi hidup ini adalah feature wall indoor hidup terbesar di Asia Tenggara.

Selain area lobi, Bond Design Studio juga ditugasi untuk merenovasi 503 kamar dan suite hotel, dan juga area F&B barunya, termasuk restobar Jepang Nami dan konsep grab-and-go Shophouse by Shang-ri_la.