6 Instalasi Menakjubkan dari Milan Design Week - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Follow our Titles!

SUBSCRIBE

6 Instalasi Menakjubkan dari Milan Design Week

Kami merangkum enam instalasi menakjubkan yang tersebar di seantero Milan Design Week baru-baru ini.



BY Editor

12 April, 2017


SATU: A Capsule of Memorabilia oleh 3M X StudioPatricia Urquiola di SuperStudio

Hampir setiap tahunnya sejak tahun 2000 Superdesign Show menjadi atraksi yang wajib dilihat oleh para pengunjung distrik Tortona. Pameran ini adalah koleksi desain dan talenta kreatif dengan skala epik yang berfokus pada riset, kebebasan untuk memilih, kontaminasi antara yang klasik dan avant garde. industrial and kriya, tradisional dan futuristik, kesederhanaan dan kemegahan, dan mawas diri akan apa saja yang telah ada saat ini dan bahwa aturan dan batasan sudahlah ketinggalan zaman.

Salah satu karya spektakuler ini adalah karya kolaboratif 3M Design and Studio Patricia Urquiola yang memberikan inspirasi yang sentimental. Instalasi yang dipajang di Materials Village di Central Plaza Superstudio ini menggambarkan betapa pentingnya melestarikan memori untuk masa depan melalui perpaduan disiplin ilmu arsitektur, desain dan keajaiban material.

 

DUA: Prototype Research_Series 02 Garment Dyed Dyneema oleh Stoneisland

Studio kreatif yang berbasis di Italia Stone Island mempersembahkan instalasi kedua untuk karya terobosan mereka yang berjudul Prototype Research Series di Zona Tortona Design Week tahun ini.

Instalasi berseri ini memamerkan sejumlah garmen dari kain yang diproduksi menggunakan metode hasil riset dan eksperimen yang belum diindustrialisasikan. Series_01, contohnya, adalah jaket reflektif yang menggunakan teknologi laser-etched. Series_02 mengaplikasikan proses pewarnaan kain khas Stone Island kepada Dyneema®, serat kain terkuat dan paling tahan lama di dunia. Pameran interaktif ini dilengkapi dengan lantai cermin, monitor di langit-langit dan memajang tidak kurang dari 50 warna jaket reflektif tersebut.

 

TIGA: NO GOD oleh Atelier Biagetti

Laura Baldassari dan Alberto Biagetti – pendiri Atelier Biagetti – menuangkan analisis mereka akan obsesi terbesar kita dengan sebuah karya desain yang imersif dan eksperiensial. Karya ini merupakan sepertiga dari karya Biagetti Saga yang dikurasi oleh Maria Cristina Didero. Di tahun 2015, karya Body Building menelaah kekuatan dan keindahan melalui subjek yang seolah dangkal - tubuh manusia. Di tahun 2016, NO SEX mengeksplorasi psikologo manuasia melalui elemen kebutuhan dasar - seks. Maka judul instalasi tahun 2017 ini merupakan progesi yang logis: GOD.

G O D - TUHAN.

Meskipun masing-masing tidaklah signifikan, bersama-sama ketiga huruf ini membentuk salah satu kata paling sakti yang pernah ada, sebuah kata yang sarat arti dan prekonsepsi. Namun GOD yang diinterpretasikan oleh Baldassari dan Biagetti bukan bermaksud untuk mengompori debat teologis. Karya ini bermaksud untuk menginvestigasi sesuatu yang (seolah) maha-daya dalam lingkungan sosial kita saat ini; sesuatu yang merupakan akar dari segala aturan dan aspirasi yang kemudian mengatur cara hidup kita. Dan sesuatu itu adalah uang dan di dalamnya terkandung ide abstrak akan nilai-nilai, baik nilai moral, nilai angka atau nilai virtual.

Karya ini berupa sebuah ruang dimana ritus dan ritual yang diasosiasikan dengan uang dan nilai yang diatributkan kepadanya dilaksanakan di segala level. Ketika memasuki instalasi ini, para pengunjung diselimuti oleh kemahakuasaan uang dan mereka akan mengalami sensasi dan emosi yang timbul darinya: kekaguman, kerinduan, harapan dan euforia.

 

EMPAT: Decode/Recode oleh Luca Nichetto dan Ben Gorham untuk Salviati  

Karya ini sangatlah populer di Instagram minggu lalu. Bertempat di ruangan dengan langit-langit berkubah di Milan Centrale - distrik terbaru Fuorisalone di tengah kota Milan - instalasi Decode/Recode oleh Luca Nichetto dan Ben Gorham untuk Salviatti mengundang para pengunjung ke dalam lingkungan imersif yang dihiasi benda-benda yang terbuat dari kaca tiup yang khusus dibuat untuk acara ini.

Permainan cahaya dan material memberi karakter pada Strata hall, dimana komposisi kaca yang berlapis diletakkan diantara sekat-sekat yang terbuat dari tekstil tembus pandang. Sementara Pyrae hall berisikan sejumlah patung dan lampu yang terbuat dari elemen kaca yang ditumpuk yang dipajang di atas 53 podium. Decode/Recode pastinya menjadi salah satu instalasi yang dijagokan tahun ini, bukan saja di dalam Pyrae hall, tapi di seantero Milan Design Week.

 

LIMA: Le Refuge oleh Marc Ange untuk The Invisible Collection  

Instalasi yang satu ini benar-benar click-bait! Le Refuge adalah instalasi menakjubkan dari desainer Marc Ange yang baru pertama kali ditampilkan di Milan dalam The Invisible Collection.

Berlokasi di taman di Mediateca di San Teresa di jantung kota Milan, Le Refuge adalah "sebuah tempat dimana Anda dapat menemukan kedamaian dan kenyamanan. Ia adalah proyeksi memori masa kecil Anda. Daun-daun lebar yang membentuk kanopi dari matahari, jauh dari realitas, persis seperti hutan imajiner yang tumbuh di dalam kamar anak-anak yang ingin melarikan diri dari kebosanan kehidupan sehari-hari," ujar Ange. Bukan hanya anak-anak, kami pun terobsesi.

 

 

ENAM: “May I Have Your Attention, Please?” oleh Maarten Baas untuk Lensvelt  

Desainer Maarten Baas punya sejarah panjang dalam menyebarkan sensasi di Salone del Mobile. Bukan hanya desain buatan tangannya seperti Smoke dan Clay yang sensasional - desainer Belanda yang satu ini mempunyai kebiasaan untuk mengadakan perhelatan besar dalam menunjukkan karyanya. Pendekatan teatrikal inilah kemudian dijuluki sebagai Maarten Baas Milan circus.

Tahun ini Baas berkolaborasi dengan rumah desain Jerman Lensvelt yang meluncurkan sebuah kursi yang bernama 101 Chair. Kursi ini diluncurkan melalui instalasi  “May I Have Your Attention, Please?”. Menurut Baas, atensi adalah komoditi. "Kita bertukar opini seperti saling berteriak, menasehati dan memuji. Tiap tahun di Salone del Mobile kita menyaksikan teriakan peminta atensi ini. Korporasi-korporasi besar dengan presentasinya yang spektakuler, desainer-desainer muda dengan ide-ide bary. Liat aku, lihat karyaku! Namun persis seperti opini, tiap kursi itu unik. Ini adalah inspirasi saya untuk dengan tebal mukanya menggunakan judul“May I Have Your Attention, Please?”." Pameran ini, yang juga merupakan bagian dari pameran tunggalnya di Groninger Museum, menampilkan lusinan pengeras suara.