Pengalaman Cahaya - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Follow our Titles!

SUBSCRIBE

Pengalaman Cahaya

Lebih dari sekedar menyajikan pengalaman visual, presentasi Louis Poulsen di ajang Light + Building di Jerman, didesain oleh Henning Larsen, juga menawarkan pengalaman cahaya dengan ritme dan representasi brand DNA yang ideal.



BY Editor

18 April, 2018


Mengkomunikasukan esensi sebuah brand dan juga memamerkan produk-produknya di lingkungan trade fair yang kompetitif adalah tantangan yang besar, dan jugs sebuah kesempatan yang baik. Bukan hanya sekedar menarik perhatian saja, tantangan disini juga termasuk tantangan untuk memberikan resonansi dan pengaruh. Dan pengalaman ini akan menjadi lebih efektif jika ia berujung pada respon yang mental disamping respon emosional dan respon yang bersumber dari indera-indera kita.

Brand-brand produk lighting memiliki keuntungan dalam hal ini karena material utama yang mereka pasarkan: cahaya. Dan meskipun mereka telah menciptakan banyak lingkungan-lingkungan paling mengesankan di beberapa trade fair belakangan ini, hanya sedikit brand lighting yang benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan pengalaman yang lebih dalam bagi para pengunjung  trade fair dengan menyajikan kualitas-kualitas esensial brand tersebut.

 

 

 

Manusia, Cahaya, Ritme.

 

Louis Poulsen mendeskripsikan presentasinya di pameran Light + Building di Frankfurt baru-baru ini cukup hanya dengan tiga kata saja. Namun tiga kata ini telah dipilih dengan hati-hati untuk menggambarkan aspek-aspek penting bukan hanya dari portfolio produk-produknya namun juga potret kehidupan di lingkungan urban. Maksud dibalik desain stand Louis Poulsen adalah untuk mendorong orang-orang untuk bercermin terhadap seberapa banyak cahaya mempengaruhi pengalaman sehari-hari dengan mengeksploraso pengalaman cahaya di spektrum lingkungan urban yang beragam. 'Design to shape light' - desain untuk membentuk cahaya, merupakan brand DNA Louis Poulsen yang kuat, yang beresonansi dalam presentasi dan produk (termasuk produk baru) Louis Poulsen.

 

 

 

Untuk desain  stand ini, Louis Poulsen berkolaborasi dengan biro arsitektur dari Denmark yang memiliki pendekatan terhadap cahaya inovatif yang beresonansi dengan pendekatannya sendiri. Henning Larsen (yang mendirikan biro arsiteknya sendiri tahun 1959) dikenal karena menjadikan cahaya esensi dari karya arsitekturnya. Kata Signe Blomqusit, Design Lead dan Peojwct Manager di Henning Larsen:

"Proses arsitektural kami didasari oleh pertanyaan bagaiman kita dapat membentuk kamar dan ruang dengan cahaya."

 

 

Untuk Light + Building, biro arsitek ini menciptakan sebuah lingkungan bak sebuah kota kecil, dengan 'gedung-gedung' kubus yang membentuk jalan, rumah, tempat kerja dan taman. Aliran cahaya di dalam kota mini ini sebagian dikendalikan oleh dinding perforated steel yang menyaring cahaya ini menjadi motif yang senantiasa berubah. Ide ini dimaksudkan untuk meniru efek dinamis jendela kota di malam hari, and untuk menghadirkan visi ruang urban dimana iluminasi yang dipertimbangkan dengan baik dapat meningkatkan hidup dan membuat orang-orang menjadi lebih baik.

 

 

 

Disamping produk-produk populer dari katalog Louis Poulsen, ada tiga preview edisi baru. Setelah kesuksesan Flindt Bollard, designerChristian Flindt telah membuat Flidntt Wall - sebuah lampu lingkaran yang dapat dipasang outdoor dan indoor yang menawarkan sinar temaram. Bukaan di bagian atas mengarahkan cahaya dari dua LED kebawah di bagian depan untuk menciptakan sebuha cincin cahaya. Pencahayaan tidak langsung yang berbentuk bulan sabit kemudian didistribusikan ke belakang untuk menciptakan bentuk iluminasi yang memikat.

 

 

Flindt juga mendesain LP Xperi – lampu jalan yang terbuat dari aluminium bertekstur dengan estetika futuristik. Sama halnya dengan produk-produk Louis Poulsen lainnya, bentuk lampu ini sangat berkaitan dengan fungsinya. Dalam kasus ini, gelombang aluminium berperan sebagai reflektor yang mengiluminasi ruang di bawahnya, cahaya ini juga ramah untuk mata.

 

 

 

Louis Poulsen juga mempersembahkan Homann Park ­– sebuah lampu konikal untul jalan dan taman karya desainer asal Denmark Alfred Homann. Lampu otomatis ini memberikan pencahayaan langsung kebawah yang menggarisbawahi bentuk objek yang disinarinya sembari meningkatkan ambiens dan kenyamanan. Ia juga akan tersedia dalam versi dengan cincin cahaya di atas dan bawah kerucutnya, dan berkat driver dan komponen elektronik yang terintegrasi, lampu ini juga siap untuk terhubung dengan konektivitas nirkabel.

Nantikan dirilisnya produk-produk baru ini di musim gugur 2018.