FABRICATED PAVILLION - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Follow our Titles!

SUBSCRIBE

FABRICATED PAVILLION

Mewujudkan ruang untuk aktivitas bersama keluarga menjadi tujuan dari hadirnya bangunan ini



BY Editor

19 July, 2014


Desain bisa saja muncul sangat sederhana, tetapi eksekusi yang baik akhirnya bisa mewujudkan spirit rancangan yang dari awalnya ingin dihadirkan. Pavillion, begitu bangunan ini disebut, merupakan penambahan dari rumah utama yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan ruang untuk mewadahi aktivitas sosial dan sekunder keluarga pemilik rumah.

Stanley Wangsadiharja sebagai arsitek dari Formoperation menformulasikan kebutuhan ruang dari luasan hingga konfigurasinya sehingga menjadi bangunan tambahan yang fungsional dan lengkap dengan fasilitas pendukungnya. Pantry, kamar mandi, dan gudang menjadi ruang pelengkap yang mendukung kegiatan pemilik rumah. Sebagai pendukung rumah utama, akses ke dalam pavillion dan ke rumah utama tersedia dengan mudah. Hubungan dengan rumah utama tetap dijaga dari alur program ruangnya juga dari bahan, material, dan juga ruang yang terjadi di antaranya.

fabricated pavilion 1

Pavillion ini dirancang dari ide menggunakan modul lattice kayu dengan sistem engsel pivot. Sebuah keputusan desain membuat bangunan tambahan ini terlihat ringan, transparan, tetapi tetap mampu memberikan privasi bagi kegiatan yang diwadahinya. Isu efisiensi dan perawatan juga masuk kedalam konsep fasade ini, sehingga desain ukuran modul menjadi ergonomis di mana dengan ukuran 90 cm x 50 cm sistem pivot menjadi sangat ringan dalam pemasangan dan pengoperasian.

Untuk fasade, arsitek memilih memakai material kayu bangkirai tanpa finishing sehingga over the time tidak dibutuhkan perawatan seperti dilasur atau diplamir, kayu naturalnya akan menjadi abu tua dan kelamaan akan makin hitam. Sementara itu, untuk framing dibuat dari besi mengunakan spacer dari paralon dengan sistem kayu disate. Satu frame memakai 9 bilah kayu yang dalam segi perawatan mudah sekali dicabut dan diganti karena kelemahan kayu yang bisa membusuk dalam waktu 10—15 tahun dalam kondisi cuaca ekstrem.

Instalasi memang merupakan tantangan tersendiri di mana memang harus ada banyak langkah penyetelan dalam satu frame sehingga terlihat rapi dan lurus. Stanley tidak terlalu mengkhawatirkan kelurusan antara frame modulnya sendiri karena bila tidak lurus justru bisa menjadi keunikan desain.

Teks: Sunthy Sunowo Fotografi: Courtesy of Form Operation Architects  Web Editor: Anindia Karlinda

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Fabricated Pavillion selengkapnya dapat disimak dalam Indesign Indonesia Vol. 08 2014. Untuk berlangganan atau membeli back issue dapat mengirimkan email ke indesign.indonesia@mpgmedia.co.id.