Honoring The Luminaries - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Follow our Titles!

SUBSCRIBE

Honoring The Luminaries

Dalam rangka mengapresiasi peran mereka dalam membentuk arsitektur Indonesia, majalah Indesign Indonesia memberi penghargaan kepada dua luminaries dalam negeri: Tan Tjiang Ay dan Ahmad Noe’man



BY Editor

26 November, 2014


 Story by Anindia Karlinda; Photography by William Willi

Dengan sepak terjang acara yang dimulai sejak tahun 2011 ini, Indesign Indonesia, salah satu majalah arsitektur dan desain terdepan, meneruskan sebuah tradisi dari majalah Indesign Australia yang menganugerahkan penghargaan kepada sosok-sosok  termahsyur dalam dunia desain dan arsitektur, setelah pemuatan fitur mereka di dalam majalah, di bawah tajuk artikel ‘Luminary Indesign ‘. Para ‘luminary’ adalah mereka yang terpilih karena telah berkontribuasi dalam membuat perubahan dan perkembangan pada dunia desain dan arsitektur, atau yang telah meninggalkan jejak berpengaruh bagi generasi yang mendatang. Melihat kriteria tersebut, bukan berlebihan jika penghargaan ini datang dengan prestise tersendiri.

indesign luminary 1

Setelah mempertimbangkan nama-nama besar di industri yang memenuhi kategori seorang luminary, Indesign Indonesia menganugerahkan penghargaan kepada Achmad Noe’man dan Tan Tjiang Ay untuk kontribusi besar mereka di dalam dunia arsitektur Inodnesia: Achmad Noe’man terkenal akan karya-karya masjidnya, sementara Tan Tjiang Ay dikenal lewat adaptasi desain ‘poreus’ dalam bentuk keterbukaan ruangan, taman dan serambi pada rumah-rumah tropis.

indesign luminary 2

Lewat kerjasama dengan Formapura retail store, acara ini diselenggarakan pada 9 September 2014, dan mengambil tempat di showroom daerah Senopati, Jakarta Selatan. Setelah penyambutan dan perkenalan dari Isabelle Janvlyn, Managing Editor Formapura, pemberian penghargaan dilakukan oleh Ketua IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Jakarta, Bapak Steve J. Manahampi.

Partisipasi Clark Harris dari Interface dan Irena Josoeb dari Nippon Paint sebagai perwakilan sponsor dalam diskusi panel turut meramaikan acara spesial ini. Bersama dengan Isabelle Janvlyn dari Formapura, Prof. Simon Robertshaw, Peter Svorc dan Lyndon Yeo dari Pitch It! Asia, panel discussion yang membahas isu-isu sustainability diselenggarakan.

indesign luminary 3

Menutup acara hari itu, sebuah workshop kreatif dari Pitch It! Asia diselenggarakan dengan tujuan membangun platform dan memberi kesempatan bagi para tamu undangan dari berbagai latar belakang profesi yang beragam, untuk networking dengan mengembangkan dan berbagi ide-ide dari sebuah tema.

Makna ‘penghargaan’ dari acara utama cukup menggugah atensi dan partisipasi dari para pelaku di industri, dan ketika mereka berkumpul di sebuah ‘design hub’ dimana aspirasi dari individu-individu kreatif mampu berjelajah dengan bebas, bukan tidak mungkin jika generasi luminary baru dapat terlahir di dalamnya. Dan dengan demikian, masa depan dari dunia arsitektur di Indonesia pun akan terjamin dalam perkembangannya.