Designer Award - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Designer Award

Nippon Paint Young Designer Award tingkat regional mempertemukan desainer muda dan top profesional dari 12 negara



BY Editor

7 June, 2016


Nippon Paint Young Designer Award tingkat regional mempertemukan desainer muda dan top profesional dari 12 negara

 bodi NPYDA 2015-395

Salah satu kompetisi mahasiswa arsitektur dan desain interior, Nippon Paint Young Designer Award (NPYDA), mengundang beberapa desainer terkemuka dalam industri arsitektur dan desain interior pada bulan Maret 2016 lalu. Hadir Paul Noritaka Tange (Jepang), Serina Hijjas (Malaysia) dan Amata Luphaiboon (Thailand) untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa dari 12 negara dalam Grand Final NPYDA tingkat Regional di Bangkok, Thailand. NPYDA tingkat Regional ini dilaksanakan di Chulalongkorn University, dibuka dengan tamu pembicara utama, Paul Tange, Presiden dari Tange.

bodi Foto 1 - Paul Tange, Presiden Tange Associates (kiri) bersama Wee Siew Kim, Group Chief Executive Officer NIPSEA Group (kanan) dalam Nippon Paint Young Designer Award tingkat Regional di Bangkok

Paul Tange berkomentar,“Saya memberikan pujian kepada NPYDA sebagai ajang kompetisi tingkat regional, pertukaran ide antar negara dan berbagi pengetahuan antara mahasiswa dan praktisi. Saran saya kepada desainer muda adalah untuk terjun langsung ke lapangan, merasakan hubungan Anda dan ruang, mempertimbangkan fundamental perkotaan dan manusia, serta memiliki pemahaman mendalam tentang budaya dan tradisi,” katanya.

Serina Hijjas, salah satu pemain utama dalam arsitektur ramah lingkungan, menekankan keseimbangan antara merancang lingkungan dengan sumber daya terbatas di sekitarnya. Serina Hijjas mengatakan kunci utama untuk masa depan adalah penyatuan antara alam dan teknologi yang seimbang. Amata Luphaiboon, pimpinan dari Department of Architecture Co. Bangkok, berbicara mengenai pencapaian desain yang diinginkan melalui riset dan hubungan antara berbagai elemen arsitektural dengan alam.

Setelah memenangkan Gold Award dari kompetisi NPYDA, karya para pemenang ini diperlombakan kembali di hadapan panel juri dari 12 negara untuk memilih pemenang Platinum Award. Indonesia mengundang Bapak Kurjanto Slamet dari Ong & Ong dan Bapak Sibarani Sofian dari AECOM sebagai panelis juri kompetisi bergengsi ini. Karya Andreas Kurniyantoro dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta mewakili Indonesia untuk kategori Arsitektur dan kategori Desain Interior diwakili oleh Astrelia Nia dari Universitas Kristen Petra Surabaya.

Untitled-1

Karya Andreas Kurniyantoro berjudul “Regenerasi Komunitas Omah Opak“,bertujuan menciptakan komunitas mandiri dengan memaksimalkan potensi lingkungan yang ada di dusun Karangploso, Bantul. Dengan menggunakan sistem Permaculture Farming yang menyatukan 2 elemen, yakni manusia dan lingkungan. Untuk karya desain interior dari Astrelia Nia berjudul “Suara Surabaya 100 FM” sebuah stasiun radio pewarta berita lalu lintas di Surabaya. Selain mendesain sesuai dengan aktivitas stasiun radio, konsep desainnya juga berusaha merefleksikan “Suara Jalanan” dengan menyatukan elemen ramah lingkungan. Dengan demikian bangunan tidak hanya didesain dengan memperhatikan pengguna namun dampaknya terhadap lingkungan maupun sosial. [Teks: FE]