GATEAWAY TO ASIAN FURNITURE - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Follow our Titles!

SUBSCRIBE

GATEAWAY TO ASIAN FURNITURE

PAMERAN FURNITUR DAN KERAJINAN TANGAN BERSKALA INTERNASIONAL TERBESAR, IFEX 2014, MENJADI MELTING POINT YANG MELINTASI BATAS NEGARA



BY Editor

18 August, 2014


Indonesia, sebagai negara yang diberkahi kekayaan alam seperti bambu, kayu, hingga rotan, mampu memajukan sektor furnitur negara jika disertai manajemen terstruktur dan dukungan penuh pemerintah. Kesadaran akan kekayaan sumber daya alam inilah yang ikut mendukung Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) mengantar Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2014 dengan sukses ke tengah masyarakat pada 11—14 Maret lalu di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Dalam pembukaan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat, dan Ketua AMKRI Sunoto, dinyatakan Indonesia menargetkan peningkatan kegiatan ekspor furnitur dan kerajinan tangan untuk meningkat 20% per tahunnya hingga mencapai total US$ 5 miliar dalam lima tahun ke depan. Tujuan utama adalah menjadikan Indonesia negara terunggul dalam industry furnitur dan kerajinan tangan di tingkat regional, dan masuk sebagai satu dari lima negara terunggul di level internasional dalam kegiatan ekspor furnitur.

ifex 1

Acara yang ditujukan menarik pembeli internasional dari 110 negara ini ramai diikuti oleh lebih dari 700 eksibitor. Seperti yang diutarakan Chris Eve, Wakil Ketua Senior UBM Asia, selaku penyelenggara acara dalam pembukaannya, IFEX diharapkan menjadi one-stop-solution bagi pembeli luar negeri yang mencari variasi desain inovatif, sekaligus para importer atau perwakilan dari hotel, restoran, department store, interior desainer, kontraktor, dan penyalur dalam sector bersangkutan. IFEX juga khusus mengundang media internasional yang tergabung dalam International Alliance of Furnishing Publications (IAFP) dalam usahanya menampilkan potensi dan kekuatan bidang furniture dan kerajinan tangan dalam negeri, sekaligus memperkenalkan hasil karya generasi muda nasional.

Usaha kedua tersebut menjadi sorotan khusus di IFEX 2014. Bertajuk Indonesia Designers, area yang terletak di Hall D seluas 700 m2 ini menampilkan 50 karya desainer kontemporer Indonesia. Pada area ini, ditampilkan karya-karya yang dinilai sesuai mewakili perkembangan desain dan kreativitas desainer dalam negeri terkini. Peran lain yang dijalankan adalah sebagai ajang sosialisasi value creation di mana cara pandang industry diarahkan untuk memahami bahwa nilai desain yang baik akan dapat menciptakan nilai lebih dalam mata rantai perdagangan dan industri mebel. Area yang sama dimanfaatkan untuk memamerkan IFEX Design Statement, khususnya dalam bidang Contemporary Furniture dan Craft. Penyelenggara juga mengadakan Program Business Matching yang mempertemukan para desainer dan industri/manufaktur untuk kelancaran transaksi dan prospek kerja sama secara berkelanjutan.

Sebagai pameran perdagangan furnitur berskala internasional terbesar, IFEX diharapkan dapat mengakomodasi interaksi langsung para desainer dan industri dengan pembeli luar negeri, demi dikenalnya Indonesia di dunia internasional serta keikut sertaan bersaing dalam skema perdagangan internasional di masa mendatang. [Teks: Anindia Karlinda/ Nissa Maretta]

ifexindonesia.com