Holistic Approach - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Holistic Approach

Dengan pendeka tan yang lebih holis tik , Design Week 2011 Uni versi tas Pelita Ha rapan tak lagi berbica ra tentang desain , tapi tentang kreativitas



BY Editor

11 August, 2011


Dengan pendeka tan yang lebih holis tik , Design Week 2011 Uni versi tas Pelita Ha rapan tak lagi berbica ra tentang desain , tapi tentang kreativitas

Agustus lalu Fakultas Desain dan Perencanaan (Jurusan Arsitektur, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, dan Teknik Sipil) Universitas Pelita Harapan menyelenggarakan Design Week 2011 dengan tema besar “Gudang Desain”. Seperti

layaknya pekan desain lainnya, yang diselenggarakan untuk kalangan profesional dan akademis, acara seperti ini selalu menjadi ajang yang baik untuk menemukan bakat-bakat baru. Di antara karya-karya mahasiswa desain yang dipamerkan tersebut adalah Beyond Time and Reality hasil kolaborasi antara Gladys Angelina dan Michael Killian, dan Muff Stool karya Michelle Nathania.

holistic aproach 2

Melalui karya Beyond Time and Reality, perancangnya ingin mempertanyakan fleksibilitas fungsi sebuah furnitur. Furnitur sudah menjadi bagian dari keseharian kita yang secara tidak disengaja telah di-setting fungsinya dalam pikiran setiap orang. Dalam karyanya tersebut, Gladys seakan ingin mempertanyakan kembali hubungan furnitur, pemikiran manusia, dan realita yang ada saat ini dengan memberikan kejutan di balik kebiasaan yang ada di pikiran masyarakat. Misalnya dengan merancang sebuah stool yang dapat berfungsi sebagai meja.

Sementara itu, Muff Stool karya Michelle (yang secara harafiah terinspirasi dari bentuk kue muffin) juga tak kalah menarik. Muff Stool didesain dengan menggunakan kumpulan rotan-rotan yang disatukan sehingga menyerupai bentuk bantalan sebagai tempat duduk yang empuk. Pada bagian bawah kumpulan rotan tersebut diberi cushion agar ketika diduduki, bagian dudukan dapat melenting mengikuti tekanan tubuh. Bagian inilah yang membuat stool ini nyaman digunakan.

Selain pameran karya-karya desain mahasiswa, UPH juga menyelenggarakan acara Action Painting 3 yang merupakan sekuel terakhir dari trilogy Putu Sutawijaya. Seniman lain yang ditampilkan pada rangkaian acara ini adalah Samuel Indratma, seorang spesialis mural painting. Andreas Djukardi, sebagai salah satu konseptor acara Design Week 2011, mengatakan ditampilkannya karya Putu Sutawijaya dan Samuel Indratma bertujuan untuk membandingkan karya para seniman profesional dengan karya mahasiswa, agar mahasiswanya semakin bersemangat untuk terus mengembangkan karyanya.

Panitia acara Design Week kali ini juga menambahkan bahwa poin penting yang ingin ditekankan acara ini bukan terletak pada hasilnya yang baik atau buruk, tetapi pada proses penciptaannya yang sarat dengan multi interpretasi sebagai proses pembelajaran.