Inspiring Platform - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Inspiring Platform

Indesign Indonesia menggelar talkshow Design Platform #1 sebagai wadah inspiratif demi perkembangan desain produk di Indonesia.



BY Editor

31 May, 2016


Indesign Indonesia menggelar talkshow Design Platform #1 sebagai wadah inspiratif demi perkembangan desain produk di Indonesia.

IMG_0146

Perkembangan desain produk di Indonesia semakin terasa, dibuktikan dengan banyaknya desainer muda yang menciptakan karya-karya menarik. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para desainer karena persaingan yang semakin ketat. Menanggapi hal tersebut, MPG Media melalui Indesign Indonesia, mengadakan talkshow Design Platform#1 dengan tema ‘Furniture Design and Bussiness, Today and Tomorrow’. Acara diadakan bersamaan dengan pameran Indobuiltech di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, pada Rabu, 25 Mei 2016. Dalam kesempatan ini, hadir Marshal Utoyo (Fabelio), Zaky Makarim (Vastu Home), dan Yenny Rares (Lexa Home) sebagai pembicara untuk berbagi pandangan tentang bagaimana cara mereka bertahan di persaingan yang semakin ketat.

Disadari atau tidak, kemajuan teknologi tak hanya mendukung perkembangan desain produk, tapi juga memberi dampak negatif. Dengan mudah orang-orang tak bertanggung jawab mengakses internet lalu mengunduh dan meng-copy desain karya desainer yang orisinil. Meski menggunakan bahan-bahan berkualitas rendah, produk “bajakan” tersebut cukup diminati oleh masyarakat awam. Mengenai hal itu, Fabelio memiliki caranya tersendiri. “Kami membuat produk dengan desain yang mudah, dengan bahan berkualitas, tapi harga murah, sehingga tidak takut untuk dicontek orang lain. Desainer lain mungkin mencantumkan signature pada desainnya agar tidak mudah di-copy. Sedangkan kami malah membuat desain yang terlihat too stupid to copy bagi mereka (yang ingin meng-copy),” jelas Marshal.

Lexa Home juga berpandangan bahwa produk furnitur harus ekonomis sehingga terjangkau oleh masyarakat. Meskipun bahan-bahan dasar yang digunakan adalah bahan premium. “Kita harus berpikir bagaimana caranya material pendukung bisa mengurangi harga produk yang menjulang dan mengurangi kualitas material utama,” katanya. Sepakat dengan Yenny, Zaki  menambahkan bahwa desainer harus memiliki semangat ‘Mutu atau Mati’ yang mengutamakan kualitas. Namun berbeda dengan Marshal, Zaki justru membuat desain yang sulit ditiru orang. “Saya memasukkan sesuatu yang unik ke dalam produk saya, supaya sulit ditiru orang lain,” ujarnya.