LEGEND MEETS PRODIGY - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

LEGEND MEETS PRODIGY

Di atas sebuah situs arkeologi, desainer-desainer senior dipertemukan dengan para juniornya



BY Editor

13 August, 2014


Di atas sebuah situs arkeologi, desainer-desainer senior dipertemukan dengan para juniornya

Bagi orang Italia, desain bukan semata desain, tapi bagian dari kebudayaan. Ini terlihat pada pameran “MEET DESIGN’’ yang berlangsung pada 15 September sampai 13 Oktober lalu. Bertempat di Museum Mercati di Traino yang berada di situs Imperial Fora—situs arkeologi di Roma yang menunjukkan periode-periode penting masa kejayaan Romawi Kuno— produk-produk yang dipamerkan pada pameran ini adalah produk ikonik karya desainer top Italia yang menjadi referensi perjalanan dunia desain kontemporer Italia.

Tak hanya menampilkan furnitur, kurator pameran ini, Marco Romanelli, seorang arsitek dan jurnalis ternama, juga menampilkan produk-produk lainnya seperti lampu, aksesori, cuttlery, hingga produk sanitasi. Yang menarik, produk-produk ini tidak sekadar hanya dikurasi berdasarkan kronologi, tapi juga secara tipologi.

legends meets prodigy 1

Maka, pengunjung bisa merasakan keutamaan desain Italia. Seperti saat melihat kursi Nemo karya Fabio Novembre yang dipajang di luar ruangan, atau saat memandang kursi Crinoline karya Patricia Urquiola. Beberapa desainer yang memperkaya pameran ini adalah Franco Albini, Gio Ponti, Allesandro Mendini, dan Vico Magistretti. Produk juga ditata berdasarkan kronologi agar pengunjung bisa mengerti pada masa apa produk tersebut dirancang, atau membandingkan periode desainnya dengan penemuan teknologi yang terjadi pada saat itu. Sehingga, desain atau produk desain pun terlihat sebagai sebuah aspek sosiologi.

Ditampilkannya produk selain furnitur karena banyak orang salah persepsi tentang arti desain. Seakanakan, hanya furnitur yang bisa dibilang produk desain. Dalam sebuah wawancara, Romanelli mengatakan “Semakin berguna sebuah objek, kadang semakin sering dianggap bukan sebuah simbol. Berbeda dengan armchair.” Sementara itu, lantai bawah didedikasikan untuk desainer legendaris, lantai atas museum terselenggara pameran MEET TALENTS yang menampilkan karya-karya desainer muda. Di antaranya: Matteo Zorzenoni dan Marco Dessi. Yang menarik, perjalanan desain Italia ini ditegaskan dengan diputarnya film Ieri, Oggi e Domani saat pembukaannya. “Film ini merepresentasikan mimpi orang Italia tahun 1960-an. Sejak itu, semua perubahan didukung oleh desain,” ungkap Mariano Equizzi, pembuat film, desainer visual yang menjadi direktur acara ini.

[Teks: GH, AJ]