THE ‘RESTART’ STORY - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Follow our Titles!

SUBSCRIBE

THE ‘RESTART’ STORY

KETIKA MAKNA SENI TAK DIPANDANG SEKADAR ESTETIS, TETAPI JUGA MENGUSUNG HASIL REVOLUSI CERITA MASA LAMPAU MENJADI SEBUAH KARYA BARU.



BY Editor

27 June, 2014


Pemaknaan akan karya seni, terlebih seni rupa dan karya hasil ekspresi sang seniman sesungguhnya diserahkan kepada para penikmatnya. Apakah khalayak mengerti atau tidak, berbeda persepsi tentu akan terjadi dan ini hal yang sangat subjektif. Namun bila ada pesan yang ingin disampaikan, persoalan tersampaikan atau tidak ini dapat dikembalikan kepada upaya dan prioritas apa yang sang seniman putuskan ketika menggarap karyanya. Rupanya hal ini ingin dibebaskan kepada para pe ngunjung Indonesia Contemporary Art & Design 2013 (ICAD). “Seni itu tak perlu didefinisikan oleh sang seniman karena bebas diinterpretasi oleh siapa pun,” terang Irwan Ahmet, seorang seniman yang dikenal dunia baik local maupun internasional lewat karya Urban Play.

Restart, dapat diartikan menjadi re-start atau rest-art. Ide ini dikemukakan oleh Irwan Ahmet yang ditanggapi positif oleh Harry Purwanto, selaku penggagas dan Ketua Pelaksana ICAD 2013. Menurutnya tema ini merupakan pro ses revolusi, perenungan, serta masa jeda yang diperlukan dalam kehidupan, tak terkecuali pada seni dan desain. Keha diran ICAD 2013 pun tetap menekankan kepada kekayaan hikayat, sejarah, dan budaya Indonesia. Adapun tema tersebut kembali dilemparkan kepada setiap seniman untuk kembali mengiinterpretasikan kembali dengan cara yang kreatif, menjadi karya seni yang punya nilai baru, dalam bentuk yang kontemporer. Idenya adalah mengulik segala peristiwa dahulu (histori) dalam wujud yang jauh lebih kreatif. Dalam pro sesnya, peristiwa yang dimaksud sangat luas dan beragam, sifatnya pun dapat personal untuk sang seniman ataupun sangat umum.

restart story 1

Sebuah nilai yang diusung adalah sebuah usaha untuk mengedukasi publik, bahwa desain, seni, dan budaya adalah bagian dari kehidupan yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Bukan sekadar gaya hidup (lifestyle) tapi menjadi cara pandang hidup (lifeway). Dalam mewujudkan segala nilai positif tersebut, ICAD bekerja sama dengan Hotel Grand Kemang Jakarta yang sudah menjadi partner setia event ICAD dari tahun ke tahun. Sebanyak 45 insan kreatif lintas generasi dan latar belakang mempertunjukkan interpretasinya dalam berbagai karya menarik yang diletakkan di ruang-ruang publik Hotel Grand Kemang tersebut.

Malam pembukaan ICAD 2013 yang juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu menghadirkan sebuah pertunjukan seni tari, peragaan busana, serta musik. Dari awal, suasana tradisional kontemporer sudah sangat terasa. Fashion show yang menampilkan batik rancangan Rosso diiringi musik dari Adante Youth Community Orchestra yang sesekali diselingi oleh musik Jawa dengan sentuhan kontemporer. Hikayat akulturasi budaya ditampilkan lewat tarian oleh perancang Rosso bersama seniman asal Jepang, Ai Hasuda. [Teks: NM]

arturaicadindonesia.com