QUEST FOR TRADITION - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Follow our Titles!

SUBSCRIBE

QUEST FOR TRADITION

Dalam apresiasinya, Dusun Bambu hadir mengembuskan napas kelokalan sunda sebagai salah satu contoh kekayaan nusantara ke mata dunia



BY Editor

15 August, 2014


Teks: Anindia Karlinda & Nissa Maretta Fotografi: Dok. Dusun Bambu Web Editor: Anindia Karlinda

Sunda menjadi salah satu peradaban yang bertahan hidup dengan melestarikan kebudayaannya. Walau kian hari daratan tanah Sunda kian padat dan terasa sedikit ada sentuhan metropolis di sana-sini, masih tersimpan keramahan lokal yang tak lekang oleh zaman. Kawasan Lembang pun hingga kini masih menjadi primadona sebagai tujuan wisata keluarga. Beragam resor pun dikembangkan, seperti halnya Dusun Bambu family Leisure Park. Bukan sekadar menjual lokasi dan pemandangan alam, Dusun Bambu memberi spirit yang lebih kaya dan bermakna.

Kawasan seluas 15 hektare yang berada di bawah kaki gunung Burangrang ini merupakan sebuah hasil atas ketulusan dan jerih payah yang dikembangkan bukan semata untuk kawasan komersial semata. Memiliki latar belakang sebuah lahan tak terawat, sekumpulan pengusaha Indonesia kemudian menyatukan visi untuk memperbaiki rantai ekosistem di lahan tersebut dengan menjadikannya “surga” dan lahan konservasi tanaman bambu.

dusun bambu 1

Alam menjadi keunggulan yang ditonjolkan, diperhatikan dengan baik pada kawasan yang memegang ekologi, edukasi, etika, estetika, ekonomi, dan etnologi (6E) sebagai pedoman. Selain konsep keseimbangan alam, genius loci— kearifan lokal menjadi akar kedua pada proyek kawasan yang diberi nama Dusun Bambu family Leisure Park. Sang owner beserta arsitek sebenarnya telah menyadari bahwa “kelokalan” ini sesungguhnya sudah cukup sering dijadikan tema kawasan rekreasi komersial. Kearifan lokal Sunda dinilai berpotensi sama besar dengan daerah lain untuk dapat dikembangkan sehingga hal ini diaplikasikan ke dalam masterplan kawasan serta proses desain dan konstruksi bangunan pada Dusun Bambu.

Dari segi arsitektur, kawasan ini menjadi sebuah showroom yang menampilkan ragam arsitektur Sunda. Karakteristik fondasi panggung rumah-rumah adat Sunda, seperti rumah Julang Ngapak dan Badak Heuay, kemudian diadopsi bersama dengan sistem pengolahan lahan dengan sistem terasering dan dinding batu penahan tanah yang khas Sunda. Meskipun mengadopsi arsitektur tradisional, paduan kontemporer terpancar dari sosok arsitektur Café Burangrang, dan material bambu adalah pengikat baik jiwa juga raga keseluruhan bangunan di Dusun Bambu. Hadirnya material pada bangunan merupakan sebuah opsi material yang tak hanya unik namun juga sustainable.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Quest for Tradition selengkapnya dapat disimak dalam Indesign Indonesia Vol. 09 2014. Untuk berlangganan atau membeli back issue dapat mengirimkan email ke indesign.indonesia@mpgmedia.co.id.