RESORT-LIKE COMFORT - Indesignlive.co.idIndesignlive.co.id

Follow our Titles!

SUBSCRIBE

RESORT-LIKE COMFORT

Hidup dan tinggal di kota metropolitan seperti Jakarta membutuhkan trik tersendiri untuk bisa bertahan dengan segala hiruk pikuk dan kesibukan di setiap hari



BY Editor

27 June, 2014


Teks: Sunthy Sunowo Fotografi: Fernando Gomulya, Courtesy of US&P Architect Web Editor: Anindia Karlinda

Bila kota tidak bisa memberikan kenyamanan yang ideal maka rumah merupakan pilihan bijak untuk menghadirkan keseimbangan itu. Selain menjadi cerminan dari karakter, cita rasa, dan gaya hidup kita, rumah juga menjadi satu tempat yang memberikan ketenangan dan kedamaian. Tidak mengherankan jika semua orang menginginkan rumahnya menjadi hunian yang paling nyaman. Namun ada juga “kemewahan” kecil yang dapat dihadirkan ke dalam hunian dan membuatnya memiliki nuansa lebih dari sekadar pilihan gaya atau cerminan karakter kita.

Rumah kemudian diharapkan memiliki kualitas kenyamanan yang optimal, hampir seperti resor yang memanjakan tamunya. Inspirasi itulah yang kemudian dikembangkan oleh Her Pramtama dari USP yang melihat ruang-ruang tersebut lebih dari sekadar sebagai wadah aktivitas. “Membayangkan pulang dari kantor, terjebak macet di jalan, lalu sampai di rumah menemukan suasana yang nyaman, tenang, dengan cuara gemericik air, pasti sangat menyenangkan,” jelas Her. Pemilik rumah juga sering pergi travelling dan menginjungi resor-resor yang mengesankan sehingga merasa perlu merasakan kualitas semacam itu di keseharian mereka.

Hunian ini memang sengaja didesain terbuka dan mengalir. Batasan ruang atau batas fisik yang ada adalah bidang kaca atau tirai. Hal ini mewujudkan ruang-ruang yang lapang. Kolam renang di innercourt-nya menjadi fokus orientasi yang juga ikut memberikan kesegaran kepada ruang-ruang yang mengelilinginya dalam bentuk L. Untuk menjaga kenyamanan privasi dari pemilik rumah dan penghuni lainnya, arsitek sengaja memisahkan area servis dan rumah utama.

tebet house 1

Pengaruhnya menjadi lebih signifikan karena penghuni rumah bisa merasa lebih bebas dan tidak harus melihat aktivitas servis rumah tangga. Namun dapur kering diletakkan di bagian depan di dekat area makan untuk memudahkan penghuni rumah tetap memiliki kontrol terhadap situasi rumah ketika sedang berkumpul bersama untuk makan keluarga. Sang ibu bisa lebih sering memasak atau setidaknya bisa mengundang koki untuk jamuan formal di rumah ini.

Satu hal yang unik adalah tidak adanya garasi, yang diwadahi adalah carport, sehingga ketika mobil sedang tidak ada, sang anak bisa bermain bola di sini. Ruang menjadi lebih multifungsi, tanpa harus mengurangi luasan tertentu untuk garasi dengan kapasitas empat mobil. Masuk ke dalam rumah ini juga terasa masuk ke dunia lain, di mana suasana lebih sejuk, tampilannya menarik secara visual, dan kenyamanan untuk duduk dan beraktivitas di dalamnya bisa diwadahi dengan baik di sini. Tata interior oleh Yenny kemudian menjadi satu kualitas yang memperbaiki semangat dan suasana hati.

Sentuhan interior yang rapi dan menghadirkan aksentuasi warna merah pada komposisi warna natural memang disukai oleh pemilik rumah. Bangunan ini menghadap ke selatan, sementara kolam renang terletak di sisi timur sehingga ruang- ruang di dalamnya tidak mendapatkan sinar buruk secara langsung dari barat. Kondisi inilah yang memungkinkan ruang duduk, ruang makan, dapur, dan fitness area bisa melihat ke arah kolam renang dengan bebas.

Di sisi lain, pemilik rumah memang tidak ingin huniannya terlihat biasa seperti pada umumnya rumah. Pendekatan bentuk geometris kemudian dilakukan dengan menghadirkan beberapa massa kotak dalam tatanan bentuk L sehingga menyisakan area kolam renang sebagai innercourt dan fokus orientasi. Area dan fasilitas servis juga terletak di satu kotak, seperti pavillion untuk meningkatkan privasi dari ruang-ruang di dalamnya.

Di area privat, terdapat kamar tidur utama, area fitness, kamar tidur anak, dan ruang belajar di lantai atas. Khusus untuk kamar tidur utama dirancang sepertisebuahpenthouseyangluasdandilengkapiwalk- in closet yang besar juga. Di kamar tidur utama terdapat pula meja untuk aktivitas kerja yang simpel. Di dalam kamar tidur utama ini pemilik rumah bisa menikmati kenyamanan ala resor dengan pemandangan ke arah kolam renang, sembari menikmati ketenangan ditemani gemericik air.

Sementara itu, interior memang didominasi oleh warna-warna natural untuk membangkitkan nuansa hangat dan intim. Ekspresi elegan muncul dari pemilihan-pemilihan material dinding, plafon, dan bidang-bidang kaca yang menjadi jendela besar untuk memberikan akses visual optimal terhadap kesegaran di sekitarnya.

Tata cahaya juga ikut serta memiliki andil dalam membangun suasana di dalamnya. Lampu indirect yang ditanam di dalam plafon terlihat rapi dan tetap menghasilkan cahaya yang tingkat terangnya diatur nyaman untuk aktivitas di dalam rumah. Selain tata cahaya, penghawaan rumah ini menggunakan ducting dengan AC sentral sehingga tidak harus menghadirkan unit-unit AC di setiap ruang.

Ruang-ruang yang saling terbuka di dalam rumah ini membuat penghuni bisa menikmati juga kebersamaan ketika sedang melakukan aktivitas yang berbeda. Meskipun kolam renang menjadi pusat orientasi visual, tetapi bangunan disekitar kolam renang juga menghadirkan ekspresi material dan desain yang menyenangkan untuk dipandang. Seperti balustrade dari susunan kayu yang membentuk satu pola yang menarik. sebuah instalasi yang biasanya dimanfaatkan menjadi secondary skin di lapisan luar bangunan, di rumah ini ternyata dimanfaatkan untuk balustrade balkon dan juga memberikan aksen visual yang menarik.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Elegantly Stated selengkapnya dapat disimak dalam Indesign Indonesia Vol. 07 2013. Untuk berlangganan atau membeli back issue dapat mengirimkan email ke indesign.indonesia@mpgmedia.co.id.